Islam adalah salah satu agama dengan jumlah umat terbesar di Indonesia. Dikutip dari CNBC Indonesia, pemeluk agama islam masih mendominasi di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Penyebaran agama Islam saat masuk ke Nusantara dilakukan dengan pendekatan akulturasi budaya dan secara damai. Sehingga bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.
Perkembangan Islam seperti di Jawa Tengah pun memiliki sejarah panjang untuk ditelusuri jejaknya. Adanya museum, menjadi jembatan masa lalu akan sejarah Islam di Jawa Tengah yang bisa kita pelajari.
Berikut deretan museum sejarah Islam sebagai destinasi religi yang bisa kamu kunjungi di Jawa Tengah.
1. Museum Masjid Agung Demak
Salah satu masjid populer di Jawa Tengah ialah Masjid Agung Demak. Selain sebagai tempat beribadah dan berziarah, Masjid Agung Demak jadi destinasi wisata religi di Jateng yang peminatnya cukup banyak.
Berlokasi di Jalan Sultan Fatah No. 57, Kauman, Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Museum ini berada di sebelah utara serambi Masjid Agung Demak. Museum tersebut menyimpan peninggalan para wali dan kerajaan Islam di masa lalu.
Selain itu, ada berbagai koleksi bersejarah terkait Masjid Agung Demak, yang masih tertata dengan rapi dan bersih.
Yang paling menarik ialah, peninggalan Wali Songo yaitu bagian-bagian dari saka guru atau tiang utama penyangga bangunan yang asli. Salah satu saka guru tersebut konon merupakan buatan Sunan Kalijaga.
Tak sampai disitu saja, ada beberapa benda lainnya yang punya nilai sejarah tak kalah penting, seperti Umpak (pondasi), Al-Qur’an tulisan Sunan Bonang, Gentong Kong (untuk minum) di depan serambi pada masa kesultanan, Kentongan, Bedug Jaman Belanda dan Bedug Karya Sunan Kalijaga (Abad 15).
Tujuan pendirian museum ini yaitu untuk mengajarkan kepada masyarakat tentang sejarah penyebaran Islam yang indah dan penuh toleransi khususnya di tanah Jawa.
2. Museum Islam Nusantara Lasem
Museum ini berlokasi di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Menariknya, museum ini memiliki bentuk bangunan menyerupai rumah gadang yang dipadukan dengan rumah adat khas Jawa di kawasan Pecinan.
Bangunan museum terdiri atas tiga lantai, di mana lantai pertama berisi arsip dan benda-benda bersejarah.
Pada lantai kedua, bangunan berisi rangkaian sejarah lengkap dengan figur-figur penting seperti Wali Songo, dan sosok Presiden ke-4 RI yakni Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Sedangkan di lantai ketiga terdapat ornamen kaligrafi Al-Qur’an 30 juz yang dipahat di kayu jati, baik secara manual maupun menggunakan mesin.
Berdirinya museum sejarah islam di Rembang ini menjadi bukti jejak perkembangan agama Islam dan saksi panjang perjalanan Islam di Nusantara.
3. Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah
Museum ini berada di Kota Semarang, Jawa Tengah. Berlokasi di Menara Asmaul Husna, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Museum ini menyimpan beberapa koleksi penting seperti manuskrip kuno, wayang sadat, gamelan, dan artefak perdagangan Islam di Jawa Tengah.
Selain itu, ada pula koleksi keramik dan sutera. Bagian ini memberikan penjelasan bagaimana agama Islam bisa masuk dan berkembang di Jawa Tengah dan sekitarnya.
Tak sampai disitu saja, masih ada koleksi bersejarah lainnya seperti artefak kapal dagang, Iluminasi Al-Qur’an, Wayang Golek Menak, Wayang Sadat, Gayor Masjid Sunan Muria, Gamelan, dan Ornamen Dua Sisi.
Belajar bisa dari mana saja dan kapan saja, termasuk dengan mengunjungi museum, dengan mengetahui sejarah Islam diharapkan kita mengingat dan meneladani bahwasannya Islam adalah agama yang disampaikan dengan damai, semoga kita semua juga bisa meneladani kedamaian yang diajarkan dalam Islam.