Hewan purba merupakan hewan yang hidup di zaman purba, dan saat ini keberadaannya telah mengalami evolusi, meski beberapa sudah mengalami kepunahan. Sejumlah hewan modern diketahui merupakan keturunan langsung dari hewan prasejarah. Sebagian darinya telah berubah bahkan tidak dapat dikenali.
Menurut penelitian, tidak semua hewan pada zaman tersebut mengalami kepunahan total. Ada pula beberapa hewan purba yang masih hidup hingga sekarang. Hewan tersebut masih tetap bertahan dan berkembang biak, baik di air maupun di darat.
Mereka telah melewati beberapa evolusi untuk menyesuaikan diri dengan kondisi zaman di bumi. Lantas, hewan purba apa saja yang masih hidup dan bisa kita jumpai di Indonesia? Berikut beberapa hewan purba yang masih bisa kita temui.
1. Komodo
Komodo merupakan kadal terbesar di dunia yang hanya ada di Indonesia. Sebagai predator puncak, hewan ini bisa memakan segala jenis hewan.

Komodo termasuk golongan reptil. Kadal raksasa ini memiliki nama lain Varanus Komodoensis. Diperkirakan Komodo mengalami evolusi yang berlangsung sekitar 4 juta tahun yang lalu.
Komodo adalah hewan endemik yang hanya ada di pulau komodo, Nusa Tenggara Timur. Satwa langka ini diperkirakan hidup lebih dari 40 juta tahun yang lalu. Sehingga, Komodo disebut sebagai hewan purba yang masih hidup.
Hewan ini lebih mengandalkan indera penciuman. Diketahui, Komodo bisa mencium aroma atau bau dari jarak lima hingga 11 kilometer.
Saat ini, Komodo bisa ditemukan di lima pulau di Indonesia, yakni Pulau Komodo, Rinca, Gili Montang, Gili Dasami, dan Pulau Flores.
2. Ikan Arwana
Arwana adalah jenis ikan yang cukup terkenal. Ikan ini juga paling banyak dicari untuk dipelihara karena dianggap sebagai pembawa keberuntungan. Arwana adalah sebutan umum untuk ikan air tawar dan termasuk dalam famili Osteoglossidae.

Arwana memiliki garis evolusi yang berlangsung sekitar 100 juta tahun yang lalu. Warnanya hasil evolusi panjang.
Ikan Arwana diperkirakan hidup sejak puluhan tahun yang lalu. Mereka termasuk ke dalam jenis ikan purba yang belum punah. Warna tubuh yang cantik dipengaruhi oleh jenis makanannya. Meskipun berukuran besar, ikan Arwana ternyata bisa berakrobat dengan cara melompat dari air.
Hal menarik dari ikan Arwana yakni mereka menyimpan telurnya sebelum menetas di dalam mulut. Jumlahnya pun cukup banyak. Sebab, Arwana betina sekali bertelur bisa menghasilkan sekitar 100-300 butir telur.
3. Badak
Badak merupakan salah satu hewan purba yang diperkirakan sudah ada sejak 65 juta tahun yang lalu. Badak menghuni hutan dan sabana di Asia Tenggara dan Afrika. Hewan ini termasuk hewan herbivora yang memakan tumbuhan seperti rumput, daun, pucuk, kuncup, dan buah-buahan.

Binatang ini menjadi hewan terbesar kedua setelah gajah. Leluhur badak (rhinocerotidae) muncul sekitar 50 juta tahun yang lalu.
Meskipun berbadan besar, tetapi Badak bisa berlari dengan kecepatan 60 km/jam. Badak memiliki penglihatan yang baik terhadap benda yang jaraknya dekat. Namun untuk benda yang jaraknya jauh, penglihatan mereka buruk.
Salah satu ciri yang paling mencolok dari badak adalah tanduknya, yang terbuat dari keratin. Ada yang memiliki satu cula, ada juga yang bercula dua. Badak terdiri dari lima spesies yang tersebar di seluruh dunia, mulai dari badak putih, hitam, India, Sumatera, hingga Jawa.
Uniknya, badak membutuhkan waktu tidur yang sama dengan manusia, yaitu menggunakan delapan jam dalam sehari untuk waktu tidurnya.
4. Buaya
Buaya pernah hidup bersama Dinosaurus, tetapi selamat dari kepunahan massal dan bertahan hidup sampai sekarang. Hewan ini telah mengalami banyak evolusi untuk menyesuaikan dengan kondisi zaman. Buaya termasuk hewan pemakan daging yang bervariasi. Mulai dari ikan, hewan mamalia, dan burung.

Buaya tidak bisa menggiling atau mengunyah makanan. Mereka merobek potongan tubuh mangsanya dan menelannya secara utuh. Buaya air asin adalah reptil terbesar yang hidup di bumi hingga saat ini. Panjangnya mencapai lebih dari 23 kaki (7 meter) dan berat lebih dari 2.200 pon (1.000 kilogram).
Meskipun sering diartikan sebagai simbol playboy, faktanya buaya memiliki sifat setia, terutama dalam kehidupan bersama keluarga dan kelompoknya.
Meskipun tidak semua buaya memiliki sifat setia tinggi, buaya muara cenderung soliter, dan beberapa punya pola "kesetiaan wilayah"
Itulah beberapa hewan purba yang masih hidup di Indonesia. Keberadaanya sangat penting di bumi untuk keseimbangan ekosistem dan menjaga keragaman hayati.