Manusia memiliki cairan di dalam lambung yang terdiri dari asam klorida (HCl), Kalium Klorida (KCl), Natrium Klorida (NaCl) dan enzim seperti pepsin. Cairan ini berfungsi untuk membantu mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh kita, mencerna protein dan membunuh bakteri atau mikroorganisme yang masuk bersama makanan.
Normalnya asam lambung tak menyebabkan nyeri ulu hati atau dada, hingga mual muntah, namun pada beberapa orang baik dewasa hingga anak- anak, asam lambung bisa jadi terlalu tinggi atau naik ke kerongkongan (GERD), sehingga menyebabkan mual, muntah, nyeri ulu hati atau dada.
Gejala GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) sering diduga sebagai serangan jantung atau sakit jantung koroner karena gejala nya yang mirip, nyeri dada di bagian kiri. Meski GERD tak se mematikan serangan jantung, namun perlu adanya penanganan lebih lanjut oleh pihak medis agar tidak menimbulkan komplikasi.
1. Gejala Penyakit Asam Lambung dan Penyebabnya
Dikutip dari laman alodokter.com, penyakit asam lambung memiliki gejala rasa seperti terbakar di dada (heartburn), gejala ini bisa memburuk setelah makan atau saat berbaring.
Sering bersendawa, mual dan muntah, maag dan sesak napas, serta mulut terasa asam.
Penyakit asam lambung terjadi ketika otot kerongkongan bagian bawah (otot LES) melemah, seharusnya otot LES berkontraksi dan menutup saluran ke kerongkongan setelah makanan turun ke lambung, apabila otot tersebut melemah, kerongkongan akan tetap terbuka dan asam lambung bisa naik kembali ke kerongkongan.
Lemahnya otot LES ini berisiko terjadi pada penderita obesitas, orang lanjut usia (lansia) dan ibu hamil.
2. Komplikasi Akibat Asam Lambung Kronis
Penyakit asam lambung yang tidak ditangani dengan tepat dan tidak segera mendapatkan pengobatan yang sesuai bisa menyebabkan komplikasi, seperti:
Iritasi pada kerongkongan akibat asam lambung yang naik dapat memicu terbentuknya jaringan parut yang membuat kerongkongan menyempit, hal ini menyebabkan kesulitan menelan pada penderita.
Luka terbuka pada dinding kerongkongan dapat menyebabkan perdarahan dan nyeri
Tukak yang berdarah dapat menyebabkan kehilangan darah secara cepat dan berakibat fatal
Kerusakan jangka panjang pada kerongkongan dapat meningkatkan risiko kanker esofagus
Terbentuknya lubang pada dinding lambung karena tukak yang parah
Terjadi penyumbatan pada lambung karena pergerakan makanan yang melambat akibat peradangan
3. Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Asam Lambung
Penyakit asam lambung dapat dicegah dengan tidak langsung berbaring setelah makan, terapkan jadwal makan teratur, hindari makanan pedas dan asam, berhenti minum minuman berkafein seperti kopi dan minuman beralkohol, dan berhenti merokok.
Jika anda merasakan gejala penyakit asam lambung, hal pertama yang anda bisa lakukan adalah dengan memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan memberikan analisis yang tepat serta obat-obatan yang tepat dosis untuk keluhan anda.
Meminum rebusan tanaman herbal seperti Jahe, makan buah pir atau mengkonsumsi cuka apel juga dipercaya mampu mengatasi penyakit asam lambung.
Sehat selalu lebih murah dibandingkan ketika kita sakit, menjaga kesehatan dengan memperhatikan pola makan, pola tidur dan pengelolaan stress akan sangat bermanfaat bagi diri kita sendiri. Selalu siapkan dana darurat untuk kesehatan, atau memiliki asuransi kesehatan akan meringankan sedikit beban kita jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan terkait kesehatan kita.