Tuberculosis (TBC) adalah penyakit menular akibat infeksi bakteri yang umumnya menyerang paru- paru, namun penyakit ini juga bisa menyerang organ tubuh lain seperti ginjal, tulang belakang, dan otak.
Menurut laporan Global Tuberculosis Report tahun 2024 yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia menempati urutan kedua di dunia sebagai negara dengan kasus TB tertinggi setelah negara India. Kasus Tuberculosis (TBC) di Kota Semarang pada bulan September 2025 tercatat memiliki 2.199 kasus baru.
Tuberculosis jika tidak ditangani dengan tepat dapat berujung pada kematian, namun demikian bukan berarti TBC tidak bisa disembuhkan, bahkan penyakit ini bisa dicegah.
Untuk mengetahui cara pencegahannya kita harus mengetahui bagaimana penularan penyakit ini terjadi. Dikutip dari laman alodokter.com pada Selasa (23/9/2025), penularan TBC terjadi ketika seseorang tak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) dari penderita yang bersin atau batuk.
Risiko penularan jadi lebih tinggi pada orang yang tinggal serumah dengan penderita TBC. TBC pada paru-paru akan menimbulkan gejala berupa batuk lebih dari 3 minggu yang disertai dahak atau darah, demam, penurunan berat badan, nyeri dada, nyeri punggung, kelelahan dan berkeringat di malam hari.
Pengobatan TBC biasanya dilakukan dengan mengkonsumsi obat sesuai dosis dan anjuran dokter, jika anda merasakan beberapa gejala diatas, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan diagnosa yang tepat dan penanganan yang efektif.
Biasanya lama pengobatan TBC berlangsung selama 6 hingga 9 bulan dengan tahap awal pengobatan intensif selama 2 bulan diikuti tahap lanjutan selama 4 bulan.
TBC dapat dicegah dengan vaksin BCG yang diberikan kepada bayi sebelum berusia 2 bulan. Pencegahan lainnya yakni dengan memakai masker saat berada di lingkungan yang ramai, atau saat kontak dengan orang yang sedang sakit.