Kekayaan alam, budaya, dan sejarah Jawa Tengah tentu sudah banyak orang yang mengetahui. Namun, tak banyak orang tahu bahwa provinsi ini juga memiliki kebudayaan berupa kerajinan tangan, yang sudah tumbuh dan berkembang cukup pesat dalam banyak sentra industri kerajinan rakyat.
Jawa Tengah ternyata menjadi salah satu provinsi yang punya beragam kerajinan tradisional lokal. Dari tangan masyarakat inilah tercipta kerajinan khas yang mendunia dan bernilai tinggi.
Terbukti, karyanya berhasil memikat pecinta barang seni baik lokal maupun mancanegara. Hebatnya lagi, beberapa di antaranya sudah mendapat pengakuan dari UNESCO.
1. Tenun
Kerajinan tenun merupakan kerajinan dari kain yang dalam proses pembuatannya menggunakan tangan atau lungsin. Di Jawa Tengah sendiri, sentra kerajinan tenun ini bisa ditemui di Desa Tedunan, Kecamatan Wedung, Demak.
Dari Kota Demak, kerajinan tenun diproduksi oleh para wanita di Desa Tedunan Kecamatan Wedung. Sedikitnya ada sekitar 100 orang lebih telah menekuni usaha kerajinan tenun dalam dua tahun terakhir.
Bahkan saat ini, para pengrajin masih membuat tenun dengan tetap menyesuaikan perkembangan trend agar bisa bersaing di pasaran.
Sekilas jika orang tahu, motif yang dihasilkan seperti tenun Troso, hal ini karena bahan bakunya berasal dari Troso, Kabupaten Jepara. Jadi wajar saja, bila motif-motif yang dihasilkan dari pengrajin Desa Tedunan ini punya pengaruh Tenun Troso.
Kerajinan tangan berupa tenun pun, sudah dilakukan sejak dulu dan telah dilestarikan secara turun temurun. Bahkan, jika kalian berkunjung ke Desa Tedunan Demak, maka suara khas kain manual dan beberapa alat tenun dengan tenaga listrik, ada di beberapa pemukiman warga.
Wisatawan bisa melihat langsung bagaimana proses pembuatan tenun, sehingga jadi daya tarik tersendiri di Desa Tedunan.
Usaha kerajinan tenun selain untuk melestarikan budaya, juga dilakukan masyarakat untuk mencari nafkah. Desa ini juga menjadi salah satu tempat wisata belanja yang dikunjungi wisatawan untuk membeli barang secara langsung dengan harga yang murah.
2. Ukir
Jepara adalah Kota di Utara Jawa Tengah yang terkenal dengan kerajinan ukiran kayu. Kerajinan tersebut punya sejarah yang panjang dan konon sudah ada saat daerah ini masih menjadi sebuah Kerajaan.
Legenda tentang asal usul kerajinan ukir Jepara bermula pada zaman kerajaan Majapahit, dan diceritakan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.
Jepara memiliki kemasyuran yang elok berupa kerajinan ukir yang mendunia, seni ukir Jepara telah dikenal lebih dari 100 negara dan menjadi salah satu warisan budaya yang harus dilestarikan.
Keunikan proses dan corak yang tak dimiliki daerah lain menjadikan Jepara sebagai kota ukir yang penuh dengan cerita.
Seni ukir macan kurung sebagai seni ukir asli Jepara dan satu-satunya di Indonesia, asal muasalnya dari dukuh belakang gunung yang saat ini dikenal sebagai Desa Mulyoharjo, Jepara. Ukiran tersebut berbentuk seekor macan yang hidup di dalam sebuah kurungan, di dalam kurungan tersebut terdapat bola yang bisa menggelinding dan rantai pengikat macan.
Bagian atas kurungan biasanya diberi berbagai hiasan hewan-hewan lain seperti burung, ular, naga jawa, dan lain sebagainya. Karya tersebut punya keunikan tersendiri dalam proses pembuatannya karena ukirannya dibuat pada gelondongan kayu yang masih utuh tanpa dibelah atau tanpa sambungan.
Sehingga karena keunikan tersebut, ukiran macan ini pernah menjadi primadona pada masanya. Kualitas kerajinan ukir di Jepara bahkan telah mendunia hingga Kota kecil ini disebut sebagai rumah bagi pengrajin ukir kelas tinggi.
Ukiran Jepara telah berhasil menghiasi rumah-rumah yang mampu membawa keindahan bagi Indonesia ke tingkat Internasional. Motif-motifnya yang indah dan berkelas telah menjadi arsitektur gedung-gedung penting di Indonesia seperti gedung DPR-MPR di Jakarta.
3. Keramik
Sentra kerajinan keramik di Jawa Tengah ini berada di Banjarnegara. Produk kerajinan dari Kota Banjarnegara adalah keramik. Kerajinan ini merupakan salah satu olahan tanah liat yang telah melalui proses pemijatan, butsir, pilin, pembakaran dan glasir hingga akhirnya menghasilkan barang atau benda benda hias.
Kerajinan keramik di Banjarnegara tepatnya di Desa Klampok. Keramik klampok merupakan salah satu bagian dari warisan turun-temurun, budaya, dan sejarah masyarakat setempat.
Memiliki sejarah panjang dan keunikan tersendiri dengan berbagai macam ukuran, warna, dan juga motif yang bernilai seni tinggi. Awal mula sentra kerajinan keramik Klampok diprakarsai oleh Kandar Atmomiharjo saat menjadi guru di Kebumen (1935).
Kerajinan keramik klampok Banjarnegara telah memproduksi berbagai barang-barang unik dan menarik. Seperti poci, vas, perlengkapan makan, patung, pot, guci, kursi hingga meja.
Harganya pun beragam, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga jutaan bergantung pada banyak faktor. Dibuat dari tanah liat pilihan yang diproses dengan cermat.
Kerajinan keramik klampok merupakan salah satu objek pada kawasan wisata Kota Pusaka Banjarnegara yang berbasis budaya. Saat ini para pengrajin keramik di Banjarnegara terus meningkatkan teknik dalam membuat keramik, baik dalam segi tema maupun bentuk serta motif, agar sesuai dengan perkembangan zaman.
4. Wayang
Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional Indonesia yang menggunakan boneka atau tokoh yang dimainkan di balik layar.
Mendengar kata wayang tentu sangat khas sekali dengan budaya Jawa. Konon, wayang pertama kali dibuat di Kota Wonogiri lebih tepatnya Wayang Kulit.
Pada umumnya, wayang Jawa dibuat dari kulit sehingga dikenal sebagai wayang kulit. Salah satu daerah yang terkenal sebagai pengrajin wayang kulit berkualitas adalah Wonogiri. Wonogiri memiliki sentra produksi wayang kulit di Manyaran, khususnya di Desa Kepuhsari, yang juga dikenal sebagai Kampung Wayang.
Desa ini merupakan sebuah desa yang berfokus pada pelestarian seni dan budaya wayang kulit. Tidak hanya menggelar pertunjukan wayang kulit, tetapi juga mengajarkan keterampilan membuat wayang. Sehingga seni pembuatan wayang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Di daerah ini pula terdapat kegiatan belajar kesenian wayang, dari awal pembuatan wayang kulit hingga dipertunjukkan. Hal tersebut merupakan potensi sosial ekonomi yang mendukung pengembangan pariwisata Wonogiri.
Dengan demikian dibuatlah suatu wadah atau bangunan yang dapat dijadikan sebagai pusat edukasi dan rekreasi. Mereka mempertahankan sampai saat ini dengan tujuan utamanya untuk melestarikan warisan budaya Jawa.
5. Batik
Kepopuleran batik sudah tidak bisa diragukan lagi, banyak tokoh-tokoh penting baik dari dalam maupun luar negeri yang terpesona dengannya.
Batik merupakan salah satu produk asli Indonesia yang sudah terkenal hingga ke mancanegara. Terdapat beberapa wilayah sentra batik dengan ciri khasnya masing-masing. Salah satunya di kawasan Jawa Tengah antara lain Pekalongan, Solo, Rembang, dan juga Tegal. Masing-masing punya ciri khasnya tersendiri.
Batik Pekalongan dan Batik Solo memiliki beberapa perbedaan utama, terutama dalam hal warna, motif, dan penggunaan. Batik Pekalongan dikenal dengan penggunaan warna-warna cerah dan berani, sedangkan Batik Solo didominasi oleh warna-warna klasik seperti coklat (sogan) dan putih, dengan sedikit sentuhan warna hitam atau oranye.
Pada Batik Rembang (Lasem) motifnya kaya akan simbol-simbol budaya Tiongkok seperti naga, burung hong, dan motif gunung ringgit. Sementara Batik Tegal memiliki motif lebih banyak mengambil inspirasi dari flora dan fauna di sekitar Tegal, seperti motif lung-lungan (daun merambat) dan motif grudo (Garuda).
Kerajinan hasil kreativitas masyarakat menjadi kekayaan dan kebanggaan berupa produk fisik yang patut dilestarikan. Bahkan kerajinan khas dari setiap daerah menjadi penanda identitas daerah yang menjadi sumber penghasilan hingga menarik wisatawan. Nilainya juga tak main-main, sebab setiap kerajinan punya sejarah dan filosofi tersendiri.
Penulis : Eka Lestari