Sebagai salah satu warisan kuliner Indonesia yang sangat terkenal, tempe menjadi makanan tradisional yang disukai banyak masyarakat. Keberadaannya yang mudah didapat dan rasanya enak, membuat popularitasnya begitu luas baik didalam negeri maupun kancah Internasional.
Makanan yang terbuat dari kedelai yang difermentasi dan dikenal sebagai sumber protein nabati yang kaya akan nutrisi ini, perannya cukup besar dalam budaya kuliner dan ekonomi Indonesia. Di era modern tempe populer sebagai superfood, karena manfaatnya yang besar bagi kesehatan. Makanan tradisional yang dibuat melalui proses fermentasi ini, kaya akan bakteri baik, yang menjaga kesehatan usus dan pencernaan.
Kandungan gizinya yang tinggi, termasuk protein, serat, dan berbagai vitamin serta mineral, membuatnya dikenal sebagai makanan superfood lokal. Secara global, popularitas tempe telah diakui dunia. Di beberapa negara eropa, tempe sering dijadikan pilihan menu diet bagi kaum vegetarian dan vegan. Tempe seringkali dikonsumsi sebagai alternatif daging yang bergizi.
Dalam pasar global, tempe dihargai begitu tinggi. Statusnya sebagai produk impor dan permintaan yang terbatas dianggap sebagai makanan mewah. Meski banyak restoran Internasional yang kini telah menyajikan hidangan berbahan dasar tempe, misalnya di New York dan negara Asia seperti Jepang, tempe tetap dianggap sebagai makanan langka dan jauh lebih mahal dibanding harga domestik Indonesia.
Proses pembuatan tempe dimulai dengan bahan utama yakni kedelai dan ragi tempe. Adapun langkah-langkah pembuatan tempe sebagai berikut:
- kedelai terlebih dahulu dicuci dan direndam (untuk menghilangkan kotoran). Selama 8-12 jam
- kemudian kulit dari kedelai dikelupas, biasanya proses ini dilakukan secara manual, dengan cara diinjak atau digosok.
- selanjutnya, kedelai direbus selama 30 menit untuk menghilangkan bau dan mengurangi kadar asam.
- lalu kedelai yang sudah direbus ditiriskan dan didiamkan sampai kering.
- Jika sudah, kedelai dicampur dengan ragi, pada proses ini harus memerlukan kebersihan yang baik, tujuannya untuk mencegah kontaminasi.
- setelah itu, kedelai yang sudah dicampur ragi dibungkus rapi menggunakan daun pisang atau plastik.
- terakhir, dibiarkan pada suhu ruang (30-35°C) selama 24-48 jam, sampai seluruh kedelai tertutup miselium putih.
Tempe bisa dijadikan berbagai olahan menu yang simpel dan enak, seperti orek tempe, tempe bacem, tempe goreng, tumis tempe, dan lain sebagainya. Menu dari tempe mana yang jadi favoritmu lur? Tulis di kolom komentar ya!