Dilansir dari situs Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, microsleep adalah suatu kejadian hilangnya kesadaran atau perhatian seseorang karena merasa lelah atau mengantuk, umumnya microsleep berlangsung selama sepersekian detik hingga 10 detik penuh.
Durasi microsleep bisa bertambah jika seseorang benar- benar memasuki waktu tidur. Tentunya hal ini sangat membahayakan bagi pengendara. Microsleep dapat terjadi dalam waktu yang berdekatan jika seseorang gagal untuk tetap terjaga. Dalam microsleep otak membalik dengan cepat antara tertidur dan terjaga. Berikut tanda- tanda anda mengalami microsleep;
- Tiba-tiba kaget atau terbangun oleh sentakan tubuh dan kepala
- Tidak menyadari apa yang baru terjadi, padahal tidak sedang melamun
- Menguap terus-menerus
- Kelopak mata sangat berat
- Mata berkedip berlebihan
- Tiba-tiba susah memproses informasi atau bingung ketika diajak berkomunikasi
- Saat berkendara, arah kemudi tanpa disadari keluar dari jalur
- Hilang fokus
- Tidak mendengar pembicaraan orang lain
- Tidak ingat kejadian 1-2 menit yang lalu
- Menjatuhkan barang yang sedang dipegang
- Hilang kontrol postur tubuh sehingga kepala terjatuh tiba-tiba.
Microsleep dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti;
- Kurang tidur
- Tidur kurang berkualitas, misalnya karena gangguan tidur apnea
- Penyakit diabetes
- Tekanan darah tinggi
- Kegemukan
- Depresi atau gangguan kecemasan
- Efek samping obat tertentu, misalkan antihistamin
- Efek samping penyalahgunaan narkoba dan alkohol.
Dilansir dari halodoc.com anda dapat menghindari microsleep dengan empat cara berikut;
- Mengonsumsi kopi. Anda harus memberi jarak antara mengkonsumsi kopi dengan waktu sebelum mengemudi, kopi dapat memberi efek dalam jangka waktu 30 menit setelah mengkonsumsinya.
- Tetap beraktivitas. Anda dapat melakukan aktivitas yang membuat tetap terjaga seperti mengobrol saat berkendara atau bisa juga menggunakan jenis transportasi umum untuk berjalan dan berdiri.
- Tidur cukup, waktu tidur yang dibutuhkan tubuh manusia adalah 7 - 9 jam agar anda bisa menjalani aktivitas dengan pikiran dan badan yang segar.
- Istirahat jika mengantuk. Bila rasa lelah atau mengantuk selama berkendara, segera berhenti dan gunakan waktu untuk tertidur sejenak. Jika berkendara jarak jauh, maka disarankan anda beristirahat setiap 1-2 jam sekali.