Banjir di wilayah timur kota Semarang mengundang keresahan warga, pasalnya akibat banjir yang kerap terjadi aktivitas masyarakat jadi terganggu.
Dikutip dari laman lingkajateng.id pada Jumat (16/5/2025), Wakil Walikota Semarang, Iswar Aminuddin menyampaikan bahwa Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana telah melakukan sosialisasi terkait rencana penanganan banjir di wilayah timur Semarang.
Pihak Kementerian PUPR melalui BBWS Pemali Juana akan menggelontorkan anggaran sekitar Rp 2,2 triliun guna penanganan banjir di Semarang Timur.
Dana tersebut dianggarkan untuk project paket Tenggang- Sringin dengan total sekitar Rp 1 triliun. Kemudian paket kali Silandak, kali Baru, kali Asin sekitar Rp 600 miliar, kemudian paket 2 sekitar Rp 600 miliar yang masih dalam tahap perencanaan. Hal ini disampaikan Iswar pada Rabu (14/5/2025) kepada Lingkarjateng.id.
Iswar yakin, 70 persen banjir di Semarang wilayah Timur, seperti daerah sekitar Tenggang, Sringin, kawasan Tlogosari, Jalan Gajah, termasuk kandang Kebo akan dapat teratasi. Ia juga berharap kepada masyarakat agar bersabar, ia menjelaskan bahwa penanganan banjir rob juga merupakan bagian dari upaya jangka panjang yang menjadi komitmen pemerintah untuk direalisasikan.
Menurutnya, melalui proyek Tanggul Laut atau Jalan Tol Semarang- Demak, maka persoalan banjir di Timur Semarang diproyeksikan bisa tertangani.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto juga mengatakan bahwa bantuan penanganan banjir dari Kementerian PUPR tersebut untuk meningkatkan kapasitas rumah pompa dan normalisasi Kali Tenggang.
Menurutnya proyek ini sudah mulai dilaksanakan dari Kementerian PUPR sejak Maret 2025 dan diharapkan akan rampung pada tahun 2027.
Suwarto menjelaskan bahwa proyek awal yaitu penggantian sekaligus peningkatan kapasitas pompa di Rumah Pompa Tenggang, kemudian tiga pompa di rumah Pompa Waru yang merupakan milik Pemkot Semarang, serta pompa di Rumah Pompa Muktiharjo Kidul dan Kandang Kebo.
Suwarto juga menjelaskan peningkatan kapasitas pompa disesuaikan dengan catchment area yang ada, seperti di Waru yang tadinya 1.000 liter per detik akan ditingkatkan menjadi 2 x 1.000 liter per detik, dan Tenggang ditingkatkan menjadi 40 ribu liter per detik.