Seorang pemuda bernama Chiko Radityatama Agung mendadak viral di media sosial atas perilaku amoralnya. Sejumlah siswa dan guru SMA Negeri 11 Semarang menjadi korban foto dan video cabul yang dia edit menggunakan artificial intelligence (AI).
Video Chiko yang melakukan klarifikasi terkait perilakunya diunggah oleh sejumlah akun Instagram salah satunya akun @kejadiansmg.
“Saya ingin meminta permohonan maaf atas perbuatan saya yang dimana saya telah mengedit, mengupload, foto maupun video teman-teman tanpa izin pada akun Twitter saya, saya menyadari bahwa perbuatan saya telah menimbulkan dampak negatif bagi sekolah SMA Negeri 11 Semarang, untuk itu dari hati saya yang paling tulus dan paling dalam saya akan pertama meminta maaf kepada pihak sekolah, ibu guru, siswa- siswi atas nama SMA Negeri 11 Semarang, yang kedua berjanji tidak akan mengulangi kejadian yang serupa di masa yang akan datang, ketiga pembuatan video atas judul “Skandal SMANSE” baik foto maupun video itu tidak benar-benar ada namun hanya editan belakang dengan aplikasi AI, yang keempat sanggup membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan serupa, yang kelima sanggup membuat video klarifikasi dan mengupload video tersebut di sosial media saya @chikoradityatama, demikian surat demikian video klarifikasi ini saya buat penuh kesadaran dari diri saya sendiri dan penuh penyesalan dari diri saya pula,” celoteh Chiko dalam video klarifikasi berdurasi sekitar dua menit sambil membaca teks yang di pegang nya didampingi dengan seorang pria.
Diketahui Chiko merupakan alumni SMA Negeri 11 Semarang.
Dikutip dari laman detik.com pada Rabu (15/10/2025), kasus ini awalnya terungkap dari cuitan di akun media sosial X dengan username @col***.
Akun tersebut menjelaskan banyak dari teman-temannya menjadi korban editan AI tak senonoh yang dilakukan Chiko, akun tersebut menjelaskan bahwa Chiko awalnya bertukar akun Instagram kedua dengan mantan kekasihnya, saat bertukar akun Chiko menscreenshot story Instagram orang dari akun mantan kekasihnya itu.
Para korban merupakan siswa SMAN 11 Semarang, mereka mengalami trauma akibat perbuatan Chiko hingga akhirnya beberapa pihak mendatangi Chiko, saat didatangi mereka menemukan fakta bahwa Chiko memiliki 10 akun email yang didalamnya masih banyak video dan foto deep fake AI tak senonoh.
Dikutip dari akun Instagram @dinaskegelapan_kotasemarang pada Rabu (15/10/2025) diketahui terdapat 300 postingan tak senonoh yang diunggah ke platform X (Twitter).
“Dari hasil penelusuran, lebih dari 300 postingan bermuatan tidak senonoh telah diunggah di platform Twitter (X), sementara di Google Drive pelaku tersimpan lebih dari 1.100 video hasil manipulasi wajah menggunakan teknologi AI,” tulis akun @dinaskegelapan_kotasemarang.
Video klarifikasi telah dibuat, namun belum diketahui apakah akan ada proses hukum terhadap Chiko mengingat ini bukan hanya sekedar iseng belaka. Bayangkan bagaimana korban- korban yang kehormatannya dicoreng dengan editan foto dan video tak senonoh yang disebar luaskan.