Seperti yang kita ketahui, Indonesia memiliki sejarah panjang mulai dari masa kejayaan kerajaan di masa lampau, hingga perjuangan rakyat merebut kemerdekaan. Maka tidak mengherankan jika negara ini memiliki banyak peninggalan penting dan bernilai tinggi.
Indonesia juga merupakan salah satu wilayah yang banyak ditemukan jejak peradaban homo Erectus dan Sapiens. Homo erectus merupakan spesies pertama manusia purba yang telah punah, sementara homo sapiens merupakan spesies manusia purba yang menyerupai manusia modern.
Kedua jenis manusia purba diatas telah ditemukan di beberapa wilayah di Indonesia salah satunya Jawa Tengah. Provinsi Jawa Tengah termasuk salah satu provinsi yang memiliki banyak peninggalan sejarah. Mulai dari sejarah kemerdekaan (perjuangan melawan penjajah Belanda dan Jepang), sejarah kerajaan-kerajaan di tanah Jawa, dan sejarah situs manusia purba.
Berikut beberapa situs sejarah terkenal yang ada di Jawa Tengah yang wajib kalian tahu.
1. Situs Sangiran
Situs Sangiran merupakan salah satu situs purbakala yang paling populer dan terbesar di Indonesia. Sangiran merupakan situs manusia purba di Jawa Tengah yang menyimpan jejak-jejak kehidupan manusia sejak jutaan tahun yang lalu, yang membantu kita memahami evolusi manusia.

Ditemukan pada tahun 1930-an, situs ini mengungkap artefak dan fosil manusia yang memberikan wawasan penting tentang evolusi manusia, terutama Homo erectus.
Sangiran terletak di kaki Gunung Lawu, sekitar 15 km dari lembah Sungai Bengawan Solo. Terletak di dua wilayah Kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Sragen dan Karanganyar, dengan luas mencapai 59,21 kilometer persegi.
Beberapa temuan situs Sangiran di antaranya fosil manusia purba, fosil binatang air, fosil mamalia, alat-alat batu dan batuan.
Situs Sangiran bahkan sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia yang merupakan salah satu situs kunci evolusi manusia, budaya, dan lingkungan.
2. Situs Kesuben
Kesuben berada di pesisir utara Jawa Tengah. Tepatnya di Desa Kesuben, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal. Situs ini membuktikan tentang adanya peninggalan peradaban Hindu-Budha di utara tanah Jawa. Candi yang diduga sebagai situs candi hindu kuno ini ditemukan secara tidak sengaja dan diperkirakan peninggalan pada abad ketujuh masehi.

Menurut penelitian, situs sejarah ini memiliki kaitan dengan kerajaan Mataram Kuno. Candi Kesuben dibangun menggunakan batu bata merah dengan ukuran 30x20x10 sentimeter tanpa perekat maupun penempel modern sedikitpun.
Di Tegal, Candi Kesuben oleh warga sekitar biasa disebut dengan Bratawali atau Bata Wali. Jika dilihat, bentuknya hanyalah bongkahan batu bata merah yang sudah berlumut. Namun, menurut warga sekitar, sejak dulu batu bata tersebut teronggok begitu saja di pekarangan dan tidak berubah bentuk atau tidak lapuk selama beberapa puluh tahun yang lalu.
Penelitian para ahli di Situs Kesuben menemukan struktur bangunan candi, antefiks-antefiks, fragmen kepala kala, dan fragmen arca batu. Ditemukan dua struktur bangunan, di mana bangunan pertama terbuat dari bata dengan orientasi Utara-Selatan.
Kedua situs di atas merupakan warisan budaya dan sejarah yang wajib dijaga. Hal tersebut,
untuk memberikan pengetahuan dan gambaran kepada generasi penerus serta sebagai bukti peradaban dimasa lampau yang menjadi asal usul bangsa.