Kondisi anemia atau kurang darah pada seseorang bukan hanya sekedar kekurangan zat besi, anemia dapat disebabkan oleh kelainan tertentu yang dapat menyebabkan kekurangan darah.
Penyakit ini tergolong penyakit yang sangat langka dengan angka kasus kurang dari 15.000 kasus per tahun di Indonesia.
Anemia aplastik sendiri merupakan gangguan kesehatan berupa kurang darah dikarenakan sumsum tulang belakang berhenti memproduksi sel darah baru yang cukup, baik trombosit, leukosit, maupun eritrosit untuk penyaluran oksigen ke seluruh tubuh.
Gejala dari anemia aplastik beragam tergantung sel darah yang terdampak, gejalanya bisa meliputi;
Namun demikian anemia aplastik membutuhkan diagnosa medis dan uji laboratorium agar dapat didiagnosis dengan tepat. Anemia aplastik memiliki 2 jenis yaitu inherited aplastic anemia yang diturunkan atau diakibatkan oleh kerusakan gen dan acquired aplastic anemia yang diderita oleh pasien dengan penyakit autoimun.
Anemia aplastik dapat disebabkan oleh penyakit autoimun, kemoterapi, penggunaan obat- obatan tertentu sejenis antibiotik dan obat rheumatoid arthritis, terinfeksi virus tertentu seperti HIV, hepatitis, cytomegalovirus, epstein-barr dan lain sebagainya, terpapar bahan kimia berbahaya secara terus menerus seperti pestisida, benzene dan lain sebagainya, dan kehamilan.
Untuk mendiagnosis anemia aplastik, dokter akan melakukan beberapa tindakan seperti wawancara medis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, prosedur biopsi dengan mengambil sampel jaringan sumsum tulang belakang dan prosedur aspirasi dengan mengambil sampel cairan sumsum tulang.
Pengobatan Anemia aplastik dilakukan berdasarkan tingkat keparahannya, mulai dari terapi antibiotik dan antivirus, imunosupresan untuk mencegah kerusakan sumsum tulang belakang karena penyakit autoimun, transfusi darah, dan transplantasi sumsum tulang.
Jika anda merasakan gejala yang sama, ada baiknya jika anda segera melakukan pemeriksaan diri ke dokter agar dapat didiagnosis dan ditangani dengan tepat, jangan pernah melakukan diagnosis secara pribadi atau self diagnosis karena sangat beresiko untuk kesehatan anda.