Lur, Semarang punya patung baru yang sudah berdiri dan diresmikan pada Sabtu 8 November 2025. Patung tersebut semakin memperindah jalanan kota berupa tokoh pewayangan yaitu Pandawa Lima. Kelima bersaudara tersebut akan menghiasi jalanan kota.
Tokoh wayang yang dikenal dalam kisah Mahabharata dan simbol kebenaran serta keadilan dalam budaya Jawa tersebut, sudah berdiri dan menarik perhatian khalayak di ruang publik.
Selain itu menurut beberapa sumber, akan ada tambahan patung lainnya yang ikut menghiasi jalanan kota Semarang yakni Srikandi, Semar, dan Gunungan.
Lokasi berdirinya patung pandawa dan patung lainnya seperti semar serta gunungan akan tersebar di beberapa titik Jalan Pahlawan. Mulai dari Bundaran Simpang Lima, hingga depan Kantor Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah.
PIt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang, Suwarto, menjelaskan kedua patung tersebut hasil kolaborasi Pemerintah Kota dengan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Untuk patung Bima sendiri sudah menampakkan visualnya. Berdiri megah dan resmi menghiasi lokasi strategis yakni kawasan CBD (central business district) Jalan Pahlawan Semarang. Lalu patung kedua Srikandi yang ikut melengkapi lanskap visual.
Pemandangan kedua patung tersebut, tentunya menambah daya tarik dan menghidupkan sudut kota.
Keberadaannya tak hanya mempercantik lingkungan perkotaan saja, melainkan masing-masing punya filosofi. Dari patung Bima mengacu pada perjalanan spiritual dan pencarian jati diri. Sedangkan patung srikandi mencerminkan simbol perempuan berani, tegas, dan mandiri.
Gagah, kekar dan membawa gada rujakpala sebagai senjatanya digambarkan dalam visual patung Bima. Sementara cantik, tegas dan membawa busur panah sebagai atribut khasnya digambarkan dalam patung Srikandi.
Menurut beberapa sumber, patung tersebut bernilai sekitar Rp 800 juta (per patung). Tanpa menggunakan dana APBD, kedua patung tersebut merupakan hasil program CSR Bank Jateng (Bima) dan Sido Muncul (Srikandi). Rencana beberapa tambahan patung lain akan segera rilis agar menambah estetika kota.
Bima dan Srikandi yang baru dipublikasikan dan launching di festival wayang semesta (8/11/2025) selain menambah keindahan, tentunya juga sebagai penguat identitas budaya dan upaya nyata simbol nilai luhur dan moral dalam representasi patung.
Penulis : Eka Lestari