Pemerintah China telah mengambil langkah besar dalam upaya untuk meningkatkan keamanan dan privasi dalam lingkup penggunaan teknologi di negara mereka. Mereka telah mengumumkan rencana untuk meninggalkan chip buatan Intel dan AMD dalam PC yang digunakan di lingkungan pemerintah, serta menyarankan penggunaan sistem operasi lokal sebagai OS utama, menggantikan Windows atau MacOS.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa sistem yang digunakan oleh pemerintah Cina adalah alat yang "aman dan andal", sesuai dengan pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah Cina. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan terhadap teknologi asing, yang dianggap memiliki potensi risiko keamanan dan privasi.
Salah satu alasan utama di balik keputusan ini adalah kekhawatiran tentang kemungkinan adanya celah keamanan dalam chip dan sistem operasi yang diproduksi oleh vendor asing. Dengan menggunakan chip dan OS buatan lokal, pemerintah Cina berharap dapat meningkatkan kontrol mereka atas keamanan data dan informasi yang sensitif.
Namun, pemerintah Cina tidak secara eksplisit menyebutkan vendor mana yang diperbolehkan untuk digunakan dalam kebijakan ini. Dilansir dari Reuters, ada kemungkinan bahwa beberapa vendor lokal seperti Huawei dan Phytium akan menjadi pilihan utama untuk menyediakan chip dan sistem operasi yang memenuhi persyaratan keamanan dan privasi pemerintah.
Keputusan ini dapat memiliki dampak yang signifikan tidak hanya bagi industri chip dan teknologi di Cina, tetapi juga bagi hubungan perdagangan global. Hal ini dapat menciptakan tekanan tambahan pada hubungan antara Cina dan negara-negara lain, terutama mereka yang memiliki industri teknologi yang dominan.
Meskipun demikian, langkah ini juga menunjukkan komitmen pemerintah Cina untuk melindungi keamanan dan privasi data mereka sendiri, serta mengembangkan industri teknologi dalam negeri. Dengan memanfaatkan potensi yang ada dalam industri chip dan teknologi lokal, Cina berharap dapat menjadi lebih mandiri dan tidak tergantung pada teknologi asing di masa depan.