Penulis : Eka Lestari
Bagi kalian pecinta alam, wajib mengunjungi salah satu surga yang tersembunyi di Kota Semarang yaitu curug lawe benowo. Kamu bisa berjelajah sambil menikmati pesona yang menakjubkan dari air terjun yang berada di kawasan Gunung Ungaran, tepatnya berada di Desa Kalisidi, Gunung Pati, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Keindahan alamnya punya nuansa yang asri, cocok sekali untuk menenangkan pikiran dan hati. Daya tarik curug lawe ini ada pada bentuknya yang unik dan suara gemericik air yang menenangkan. Ketinggian airnya mencapai lebih dari 30 meter. Meskipun tempatnya tersembunyi, tapi dari tempat ini kamu bisa melihat keindahan alam yang masih terjaga dengan rapi.
Ada pula kolam alami yang posisinya berada di bawah air terjun, kolam ini menawarkan kesegaran air yang sangat jernih. Pengunjung bisa berendam sambil menghirup udara di sekitar air terjun dengan santai dan damai.
Selain itu, kesempatan unik lainnya yang bisa pengunjung dapatkan di curug lawe benowo ini yakni melihat fauna seperti kijang, monyet, kupu-kupu, dan lainnya. Tak ketinggalan terdapat jembatan cantik yang sengaja di bangun di atas saluran air sepanjang 20 meter.
Curug lawe benowo ini, termasuk kawasan yang mudah mendapatkan pemandangan indah untuk dijadikan swafoto. Beberapa area di sekitarnya, terdapat spot unik yang jadi andalan pengunjung seperti jembatan romantis, akar O, atau akar cincin. Namun sayangnya sejak dua tahun lalu yakni tahun 2023 akar O dikabarkan telah patah karena usia oleh pengelola lewat akun Instagram @curuglawe_kalisidimoreclean.
Konon, nama lawe berasal dari bahasa Jawa yang artinya benang tipis. Nama ini diambil dari aliran air yang tampak tipis seperti benang saat jatuh ke permukaan bebatuan. Tapi ada juga sumber lain yang mengatakan, nama lawe diambil dari kata selawe yang dalam bahasa Indonesia jika diartikan yaitu dua puluh lima.
Hal ini, dikarenakan air terjunnya yang tidak terlalu tinggi alias rendah, seakan membentuk 25 air terjun kecil di sekelilingnya. Diketahui, sumber air curug lawe benowo merupakan anakan dari beberapa sungai besar yang berhulu di dekat pegunungan tersebut.
Curug dengan aliran tidak deras ini, pesonanya masih sangat alami. Hal itu bisa dilihat melalui tumbuhan-tumbuhan dan pepohonan hijau pada sisi kanan dan kiri sepanjang jalan masuk hingga sampai pada titik lokasi.
Hamparan air yang jatuh dan menyentuh permukaan tanah, dibalut dengan bebatuan dari bawah, menambah view tebing yang indah. Saat mendengar suara air dari ketinggian, kamu akan merasakan suasana yang tenang dan juga damai.
Jalan setapak menuju curug lawe meskipun terjal dan menguras tenaga, tapi membuat hati bahagia, pepohonan yang berdiri seakan menyambut siapa saja. Kalian yang ingin menikmati gemercik air di sini akan ternganga jika melihatnya.
Udaranya yang sejuk dan pemandangan hijau membuat curug ini ideal untuk dikunjungi, apalagi air yang mengalir di curug lawe sangat jernih dan segar. Menunjukkan bahwa sumber airnya memang berasal dari alam langsung dan belum tercemar.
Dibalik pesona keindahannya, curug lawe benowo ternyata menyimpan kisah mitos di dalamnya. Mitos curug lawe benowo kaitannya dengan cinta segitiga antara Pangeran Indrakila, Dewi Banowati, dan Rangga Lawe. Singkat cerita, kala Dewi Banowati dipinang oleh Pangeran Indrakila yang berwujud manusia kera, Pangeran Indrakila ini punya rupa seperti seekor kera, yang berasal dari kutukan karena tidak berbakti pada kedua orang tuanya.
Untuk menghilangkan kutukan tersebut, syarat utamanya adalah ia harus menikah. Hingga akhirnya ia meminang seorang gadis cantik bernama Dewi Banowati, pinangan pun diterima, dan mereka menjadi suami istri.
Setelah menikah, kutukan pun hilang dan wujud pangeran berubah seperti semula. Tapi, tak sampai di situ, setelah menikah banyak ujian datang silih berganti. Mereka yang sudah menikah lama diberi ujian hebat yaitu belum adanya sang buah hati.
Pangeran dan sang putri belum juga dikaruniai buah hati meski umur pernikahan yang dijalani sudah berlangsung lama sekali. Pangeran Indrakila terus berusaha, salah-satunya dengan bertanya dan meminta petunjuk kepada seorang tabib sakti. Sang tabib tersebut memberikan petunjuk bahwa Pangeran Indrakila harus mencari obat di suatu tempat yang cukup jauh dan agaknya berbahaya.
Dengan gagah dan berani, pangeran pun menerima petunjuk tersebut dan pamit pada istri tercinta. Cukup lama ia pergi dan tak pernah kembali, hingga sang istri menganggap pangeran sudah tidak ada lagi. Di tengah masa sedih atas kesendiriannya karena ditinggal suami, tiba-tiba datanglah seorang pemuda biasa yang bernama Rangga Lawe, ia terpesona dengan kecantikan sang putri lalu jatuh cinta padanya, dengan rasa percaya diri, Rangga Lawe kemudian meminangnya. Sang Dewi menerimanya, dan akhirnya menikah.
Di tengah hubungan Dewi Banowati dan Rangga Lawe, suatu hari datanglah manusia kera sambil memberikan sebuah obat kepada mereka berdua. Ternyata manusia kera tersebut adalah Pangeran Indrakila. Pangeran Indrakila yang tahu hubungan sang Dewi dan Rangga sudah menikah, ia pun marah besar.
Pangeran Indrakila merasa telah dikhianati, pangeran menganggap sang Dewi melanggar sumpah setianya. Karena sakitnya tidak terbendung, Pangeran Indrakila akhirnya mengutuk Dewi Banowati dan Rangga Lawe menjadi sebuah batu. Kedua orang tersebut terus menangis karena kutukan dari Indrakila. Air mata keduanya terus mengalir dan hal ini yang konon menjadikan asal-usul curug lawe benowo. Rangga Lawe berubah menjadi Curug Lawe, dan Dewi Banowati berubah menjadi Curug Benowo.
Terlepas dari mitos adanya curug lawe benowo, siapa saja pasti akan kagum dengan suasana alam yang ditampilkan di tempat ini. Sekedar menghirup udara bersih dan segar di sekitar air terjun, tentunya membuat tubuh menjadi lebih segar dan pikiran lebih tenang.
Selain keindahan air terjun, tempat ini cocok digunakan untuk berwisata. Adapun kegiatan lain yang bisa dilakukan seperti bermain air, tracking, berendam, hingga berkemah. Tak lupa banyak spot di curug lawe benowo yang bisa diabadikan. Mulai dari pesona airnya, dinding bebatuan, hingga deretan pepohonan.
Meski perjalanan menuju air terjun ini butuh perjuangan, dijamin setelah sampai dan melihat keindahannya, bisa menghilangkan segala kepenatan. Kamu bisa ajak teman maupun pasangan untuk menjelajahi curug lawe benowo yang menawarkan keindahan dan kesejukan.
Harga tiket masuk curug lawe benowo cukup terjangkau, yaitu Rp. 10.000 per orang. Dengan jam operasional buka setiap hari, mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.
Adapun fasilitas yang disediakan bagi pengunjung yaitu tempat parkir, toilet, mushola, gazebo hingga warung makan.